Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menggelar pasar murah yang disambut antusias oleh masyarakat di Lapangan Masjid Abdullah Muallimin, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Selasa (10/3/2026). Sebanyak 1.000 paket kebutuhan pokok bersubsidi yang disediakan dalam kegiatan tersebut langsung habis diserbu warga.
Program pasar murah ini digelar sebagai upaya pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah tren kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan tujuh komoditas bahan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang dijual antara lain beras kualitas medium 5 kilogram seharga Rp25.000 atau setara Rp5.000 per kilogram, minyak goreng Rp10.000 per liter, serta cabai rawit Rp10.000 per 0,25 kilogram.
Selain itu, tersedia pula bawang merah Rp10.000 per 0,5 kilogram, gula pasir Rp10.000 per kilogram, telur ayam ras Rp10.000 per 10 butir, dan ayam pedaging Rp20.000 per ekor.
Jika dihitung berdasarkan harga pasar, total nilai satu paket kebutuhan pokok tersebut mencapai sekitar Rp247.750. Namun melalui program subsidi dari pemerintah, masyarakat hanya perlu membayar Rp95.000 per paket.
Dengan demikian, setiap pembeli memperoleh subsidi sebesar Rp152.750 atau sekitar 62 persen dari harga sebenarnya.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan bahwa pasar murah merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan para anggota DPRD yang dipilih oleh masyarakat. Mereka terus berdiskusi dengan gubernur untuk mencari cara meringankan kebutuhan masyarakat, sehingga lahirlah kegiatan seperti ini,” ujar Gusnar saat meninjau langsung pelaksanaan pasar murah.
Ia menambahkan, kegiatan pasar murah tidak hanya dilaksanakan di Kota Gorontalo, tetapi juga digelar di seluruh kabupaten dan kota di wilayah provinsi tersebut. Lokasi pelaksanaannya disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia, seperti lapangan terbuka maupun halaman kantor instansi pemerintah.
Gusnar juga mengingatkan masyarakat agar mengatur konsumsi kebutuhan rumah tangga secara bijak agar tidak membebani keuangan keluarga.
“Dengan adanya pasar murah ini, saya harap konsumsi juga diatur. Misalnya kebutuhan yang sudah dihitung untuk satu minggu, digunakan untuk satu minggu, jangan dihabiskan dalam satu hari. Peran ibu-ibu sangat penting dalam mengatur belanja dan pengeluaran rumah tangga,” pungkasnya.
Tim Redaksi






