Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, menilai kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara dan pekerja swasta sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026 berpotensi besar mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu, Siti menyebut kebijakan WFA yang diterapkan menjelang dan usai Lebaran menjadi peluang strategis untuk menggerakkan ekosistem pariwisata di berbagai daerah. Dengan fleksibilitas kerja tersebut, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk bepergian sekaligus tetap menjalankan tugas pekerjaan.
Ia menekankan, pelaku usaha pariwisata perlu mempersiapkan diri sejak dini guna mengantisipasi lonjakan kunjungan selama periode libur Idul Fitri. Penataan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar destinasi wisata serta penguatan layanan transportasi lokal dinilai penting untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan fasilitas penunjang seperti area parkir, hotel, dan restoran juga perlu dioptimalkan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar destinasi.
Siti juga mengingatkan pentingnya penyesuaian arah pembangunan pariwisata sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan. Ia menegaskan, target pembangunan tidak lagi semata-mata berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, melainkan pada peningkatan dampak ekonomi dari setiap kunjungan.
Menurutnya, pemerintah perlu fokus pada pengembangan pariwisata berkualitas yang mampu mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja di destinasi. Pendekatan tersebut diyakini memberikan kontribusi ekonomi yang lebih signifikan bagi masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kebijakan WFA akan diberlakukan pada 16–17 Maret serta 25–27 Maret 2026. Dengan posisi Hari Raya Idul Fitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, masyarakat berpotensi menikmati masa libur panjang pada 18 hingga 24 Maret 2026.
Siti pun mendorong pemerintah daerah agar memastikan kesiapan destinasi wisata di wilayah masing-masing. Pengelola diminta menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan serta mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Ketersediaan fasilitas dasar seperti tempat sampah, toilet bersih, rambu peringatan di lokasi rawan, sarana bagi penyandang disabilitas, hingga fasilitas bagi keluarga yang membawa anak dan ibu menyusui perlu menjadi perhatian. Dengan persiapan matang, momentum WFA diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.






