BUTON TENGAH, Jendela timur.id– Bupati Azhari memastikan perayaan Kande-Kandea di Kabupaten Buton Tengah tetap berlangsung meriah meski tanpa hiburan joget. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat guna menjaga ketertiban serta menekan potensi perkelahian, (2/2026).
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Perayaan yang dipusatkan di Kecamatan Sangia Wambulu itu diharapkan tetap menjadi ajang pelestarian budaya lokal tanpa mengurangi makna dan kekhidmatan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bupati Azhari menegaskan bahwa keputusan meniadakan hiburan joget bukan untuk mengurangi semarak acara, melainkan sebagai langkah preventif demi menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.
Menurutnya, perayaan Kande-Kandea harus menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, budaya, dan religiusitas masyarakat, sejalan dengan kearifan lokal yang dijunjung tinggi di Buton Tengah.
Kesepakatan tersebut juga mendapat dukungan dari aparat keamanan dan para tokoh masyarakat setempat, yang menilai langkah ini penting untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan yang kerap terjadi pada kegiatan hiburan tertentu.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat mendukung kebijakan ini serta tetap berpartisipasi aktif dalam menyukseskan perayaan Kande-Kandea sebagai warisan budaya yang sarat makna dan menjadi kebanggaan daerah.
Tim Redaksi






