TERNATE, jendelatimur.id– Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda memastikan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, akan diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2028. Kepastian tersebut disampaikan meskipun pemerintah provinsi harus menghadapi pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp800 miliar.
Gubernur Sherly menjelaskan bahwa sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Loloda Utara telah masuk dalam rencana pembangunan pemerintah provinsi. Dua di antaranya adalah ruas jalan Lapi–Daruma sepanjang 8 kilometer serta ruas Daruma–Ngidiho sepanjang 10 kilometer. Kedua proyek tersebut ditargetkan rampung pada periode 2027 hingga 2028.
“Semua jalan yang saya sampaikan di media sosial itu ditargetkan selesai pada 2027 sampai 2028,” ujar Sherly.
Menurutnya, meskipun terjadi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat, percepatan pembangunan konektivitas jalan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Infrastruktur jalan dinilai sangat penting untuk membuka akses wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini, sejumlah ruas jalan di kawasan Loloda masih menghadapi kondisi yang memprihatinkan. Beberapa di antaranya masih berupa jalan tanah yang kerap tergenang air saat musim hujan, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat maupun distribusi barang.
Untuk tahun 2026, pemerintah provinsi menargetkan pembangunan jalan di kawasan Loloda dapat mencapai sepanjang 18 kilometer. Pembangunan tersebut diharapkan mampu memperbaiki akses transportasi bagi masyarakat di wilayah terpencil sekaligus mempercepat konektivitas antar desa di kawasan utara Halmahera.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga berkomitmen terus memantau pelaksanaan proyek pembangunan agar berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
Langkah ini merupakan bagian dari visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas infrastruktur dan konektivitas antarwilayah di Maluku Utara, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Tim Redaksi






