Jembatan Rusak di Sidrap Dibiarkan? Jalur 30 Ribu Ton Gabah Terancam Lumpuh

SIDRAP, Jendela Timur— Kondisi jembatan dan jalan pada jalur utama pengangkutan hasil panen di Dusun Jampu, Desa Abbokongan, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kini memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi pada bagian pinggir jembatan membuat jalur vital bagi aktivitas pertanian masyarakat terancam lumpuh.

Berdasarkan hasil pantauan awak media Fakta Timur di lokasi pada Kamis (12/03/2026), salah satu sisi jembatan terlihat mulai runtuh akibat longsor pada bagian pinggirnya. Akibatnya, badan jalan di atas jembatan tampak miring dan semakin terkikis. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas, khususnya kendaraan pengangkut gabah dengan muatan berat.

Jalur tersebut diketahui merupakan akses utama bagi para petani di wilayah persawahan Dusun Jampu untuk mengangkut hasil panen menuju tempat penggilingan maupun jalur distribusi. Pada musim panen raya, kendaraan pengangkut hasil pertanian hilir mudik melintasi jalur tersebut hampir setiap hari.

Diperkirakan sekitar 100 ton gabah diangkut setiap hari melalui jalur ini. Jika dihitung selama masa panen dalam satu bulan, volume gabah yang melintas dapat mencapai sekitar 30.000 ton.

Namun ironisnya, jalur yang menjadi penopang distribusi hasil pertanian masyarakat itu justru berada dalam kondisi rusak dan rawan kecelakaan. Kerusakan jembatan dan badan jalan dinilai dapat mengancam keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi petani.

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi mengaku khawatir dengan kondisi jembatan yang semakin hari semakin rusak. Ia mengatakan kendaraan truk enam roda yang membawa muatan penuh tetap harus melintas setiap hari karena tidak ada jalur alternatif lain bagi para petani.

“Kalau mobil enam roda lewat dengan muatan penuh sangat berisiko, karena pinggir jembatan sudah runtuh dan badan jalan mulai miring,” ujarnya.

Selain kerusakan pada jembatan, permukaan jalan di sekitar lokasi juga terlihat berlubang dan tidak rata. Kondisi ini semakin meningkatkan potensi kecelakaan bagi kendaraan yang melintas, terutama kendaraan besar yang membawa hasil panen.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Warga menilai jika kerusakan ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, bukan tidak mungkin jembatan tersebut akan mengalami keruntuhan total yang dapat memutus akses transportasi pertanian di wilayah tersebut.

Masyarakat Dusun Jampu berharap Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah. Perbaikan dinilai sangat penting agar akses distribusi hasil panen tetap aman dan tidak mengganggu perekonomian para petani.

Jika jembatan ini sampai terputus, aktivitas pengangkutan gabah dari wilayah persawahan di Dusun Jampu dipastikan akan terganggu dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi para petani yang bergantung pada jalur tersebut.

 

 

Sumber : Suryadi

Editor : Fakta Timur

More From Author

Bupati dan Wabup Bone Hadiri Gerakan Pangan Murah Serentak Jelang Idul Fitri

Mahasiswa IAIN Kendari Kelas Baubau Gelar Kegiatan Ramadhan Berbagi Takjil, Sebarkan Kebersamaan dan Kedermawanan di Bulan Suci Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *