Jakarta — Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), pasukan elite penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut, kembali menunjukkan profesionalisme dan ketangguhan luar biasa melalui latihan berenang menyeberangi Selat Sunda. Latihan ini merupakan salah satu materi paling ekstrem dan ikonik dalam rangkaian pembinaan kemampuan prajurit Denjaka, (2/2026).
Renang lintas Selat Sunda tidak hanya ditujukan untuk menguji ketahanan fisik prajurit hingga batas maksimal, namun juga menjadi ujian puncak ketangguhan mental, disiplin, serta kemampuan bertahan hidup di lingkungan maritim yang dikenal sangat ganas. Setiap personel dituntut mampu mengendalikan diri, menjaga stamina, serta tetap fokus di tengah tekanan alam dan kelelahan ekstrem.
Selat Sunda memiliki karakteristik perairan yang sangat menantang, ditandai dengan arus bawah laut yang kuat dan tidak menentu akibat pertemuan arus Laut Jawa dan Samudra Hindia, gelombang tinggi, serta jarak tempuh puluhan kilometer yang menguras energi. Kondisi tersebut menjadikan latihan ini sebagai simulasi realistis kemampuan infiltrasi senyap jarak jauh melalui media air menuju wilayah sasaran.
Melalui latihan ekstrem ini, Denjaka memastikan setiap prajurit “Hantu Laut” memiliki kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme tempur yang optimal guna menghadapi berbagai bentuk ancaman di wilayah perairan strategis Indonesia, sekaligus menjaga kedaulatan dan keamanan maritim nasional.
Tim Redaksi






