Kuansing, Mediacenter Riau – Balai Datuk Panglimo Dalam, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi, dipadati sekitar 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Jumat (6/2/2026). Mereka menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan sekaligus menerima arahan langsung dari Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.
Dalam arahannya, Bupati Suhardiman menekankan pentingnya disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral bagi seluruh pelayan publik. Ia mengingatkan bahwa amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN menuntut setiap pegawai untuk berdedikasi penuh kepada masyarakat.
“Saya tidak mau mendengar lagi ada laporan pegawai nongkrong di kedai kopi saat jam kerja. ASN dan PPPK digaji negara dari uang rakyat untuk melayani masyarakat, bukan bersantai di luar kantor,” tegasnya.
Suhardiman menegaskan bahwa Pemkab Kuansing akan bertindak tegas terhadap pelanggaran kedisiplinan dan moralitas aparatur. Ia menyoroti perilaku tidak etis, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan kriminal sebagai pelanggaran berat yang dapat berujung pada pemberhentian tidak hormat. “Jaga marwah daerah ini dengan perilaku terpuji. Saya tidak akan segan memberikan sanksi bagi siapa pun yang melanggar etika jabatan dan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan ASN untuk tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar menjadi teladan dalam sikap, pelayanan, dan kinerja. Selain itu, Suhardiman mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintah untuk memperkuat nilai dasar ASN BerAKHLAK.
“Semoga setiap aparatur mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pengelolaan data yang akurat untuk mempercepat pembangunan daerah dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien dan akuntabel,” harapnya.
Suasana tabligh akbar semakin khidmat saat Buya Ristawandi Dt Marajo, ulama asal Sumatra Barat, menyampaikan tausiyah. Ia mengajak ASN menjadikan Ramadan 1447 H sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keikhlasan dalam bekerja, dan meningkatkan kualitas spiritualitas.
“ASN bukan hanya abdi negara, tapi juga pelayan umat. Bekerjalah dengan niat ibadah, karena itulah esensi pengabdian yang sesungguhnya,” ujar Buya Ristawandi.
Tim Redaksi
(Mediacenter Riau/bgs)






