TIDORE KEPULAUAN – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup hemat dan mengurangi pemborosan makanan selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dinilai sebagai upaya sederhana yang dapat membantu pengendalian inflasi di daerah.
Imbauan tersebut disampaikan Sarbin saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kota Tidore Kepulauan, (14/3/2026).
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Menurut Sarbin, perubahan pola konsumsi selama Ramadan sering kali memicu peningkatan permintaan bahan makanan di pasar. Fenomena yang ia sebut sebagai “pindah jam makan” ini kerap berdampak pada lonjakan harga sejumlah komoditas pangan.
Karena itu, Sarbin mengingatkan masyarakat untuk menghindari pemborosan makanan (food waste) yang berpotensi menimbulkan kerugian besar secara ekonomi.
“Bayangkan berapa banyak ruang kelas atau jembatan yang bisa kita bangun jika uang dari makanan yang terbuang itu bisa kita hemat. Mari kita ubah perilaku hidup agar lebih efisien,” ucapnya.
Selain isu pemborosan, Sarbin juga menyoroti beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi utama di Maluku Utara, seperti cabai, tomat, dan ikan sorihi.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya “bakobong” atau berkebun di halaman rumah agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar.
“Penyumbang utama inflasi kita adalah rica (cabai), tomat, dan ikan sorihi. Jika kita bisa menggerakkan budaya menanam di rumah masing-masing, insyaallah inflasi ini bisa kita kendalikan bersama,” kata Sarbin.
Ia berharap upaya kolektif masyarakat dalam menghemat konsumsi dan memanfaatkan pekarangan rumah dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan di Maluku Utara.
Red






